“Kendaraan Berkaki Manusia”
Engkau terparkir di sudut masjid dengan lusuh
tak ada seorangpun yang memperhatikan mu.
Engkau terbuat dari baja dan pohon bambu
yang dirangkai oleh manusia untuk manusia.
Tak sekalipun sang manusia melihat mu,
tak sekalipun sang manusia memperhatikan mu,
tak sekalipun sang manusia terfikir kepada mu.
Engkau yang terparkir di sudut masjid dengan lusuh
menunggu sang manusia untuk berpijak kepada mu.
Aku tahu engkau selalu berbicara terhadap manusia,
tapi aku tak tahu apa yang engkau bicarakan kepada manusia.
Wahai Tuhan-Ku…
Andaikan saja Engkau mengijinkan ku untuk mendengarkan apa yang ia ucapkan,
pasti aku akan menyampaikannya kepada sang manusia.
Engkau yang terparkir di sudut masjid dengan lusuh,
berharap sang manusia untuk selalu melihat terhadap mu.
Lagi, Lagi, dan Lagi, sang manusia tak pernah melihat kepada mu.
Engkau yang tetap terparkir di sudut masjid dengan lusuh.
berharap sang manusia berpikir terhadap mu “Bahwa aku kendaran terakhir yang akan mengantarkan mu”
Ketika sang Izrail mendatangi ku, kini engkau telah berpindah tempat dan terparkir tepat di depan rumah ku, dan engkaupun berkata…
“Wahai manusia aku selalu siap untuk mengantarkan mu”
Kau antarkan aku untuk masuk ke masjid, dan kau antarkan aku untuk masuk ke “Rumah terakhir ku” yang tak akan pernah kembali lagi.
Semua kerabat, keluarga, tetangga, pakaian dunia, perhiasan dunia, kendaraan dunia,
ikut serta mengantar ku dengan kalimat tauhid yang mereka ucapkan untuk ku.
Yusup Firdaus
Banten, 15 September 2019|01:05
No comments:
Post a Comment