“Terima Kasih Wahai Tuhan-Ku”
Engkau tak pernah terlihat bukan berarti Engkau tak ada,
bukan berarti Engkau meninggalkan ku,
bukan berarti Engkau mengabaikan ku,
bukan berarti Engkau tak perduli kepada ku.
Hidup ku sudah ada dalam rencana-Mu sebelum aku ada,
tujuan hidup ku sudah ada dalam ketetapan-Mu yang telah aku tuliskan dalam tulisan “Antara Aku & Tuhan-Ku”
Tanpa-Mu orang tua ku tak akan pernah ada,
dan tanpa-Mu aku tak akan pernah ada.
Terima Kasih Wahai Tuhan-Ku…
atas ijin Engkau untuk aku berpijak ke alam semesta-Mu.
Engkau ciptakan alam semesta bukan tanpa sebab,
dan Engkau ciptakan manusia juga bukan tanpa sebab,
Terima Kasih Wahai Tuhan-Ku…
Engkau ciptakan alam semesta dengan keindahan yang tak akan aku lupa.
Dengan puncak yang tinggi, Engkau mengingatkan ku bahwa ada yang lebih tinggi dari itu.
Dengan pelangi indah yang menyatu di antara warna, Engkau mengingatkan ku untuk menyambung persaudaraan sesama hamba-Mu.
Dengan warna jingga yang pekat, Engkau mengingatkan ku untuk tetap bersyukur kepada-Mu, agar rasa syukur ku tak pernah sesaat kepada-Mu.
Dengan Langit & Bumi tanpa ada tiang yang menyangga, Engkau mengingatkan ku atas segala Kuasa-Mu.
Terima Kasih Wahai Tuhan-Ku…
atas alam semesta yang kau cipta untuk ku, atas ijin Engkau untuk aku berpijak ke alam semesta-Mu.
Aku hanya memohon kepada-Mu, jika aku tak pernah mengingat kepada-Mu.
berilah aku segala ujian hidup secara bertubi-tubi tanpa henti untuk selalu mengingat-Mu.
Bukan kah seorang manusia akan selalu ingat kepada sang pencipta ??
ketika ujian hidup datang menimpa pada dirinya.
Yusup Firdaus
Banten, 15 September 2019|02:52
No comments:
Post a Comment