“Setiap Yang Bernyawa
Akan Merasakan Kematian”
Aku tak akan pernah
henti untuk menyiarkan tulisanku
meski kau anggap aneh, kau anggap menyeramkan,
tapi harus tetap aku sampaikan..
meski kau anggap aneh, kau anggap menyeramkan,
tapi harus tetap aku sampaikan..
Tulisanku bukan
perihal tentang cinta hamba-Nya kepada seorang hamba-Nya,
dan bukan pula tentang rindu.
dan bukan pula tentang rindu.
Tapi ini adalah
sebuah konsekuensi yang harus aku terima dan kau terima,
mencakup kehidupan dunia, serta tujuan hidup yang sesungguhnya.
mencakup kehidupan dunia, serta tujuan hidup yang sesungguhnya.
Kau yang menangis
membaca tulisanku, kau yang takut mendengar tulisanku,
itu tak seberapa yang kau rasakan,
itu tak seberapa yang kau rasakan,
aku yang telah merasakannya ketika semua terlihat gelap,
aku yang telah merasakannya semua raga terasa kaku dan melayang,
aku yang telah merasakannya mulut terkunci tak bisa berucap kalimat-kalimat suci,
terasa sudah berbeda alam, ketika sleep paralysis terus datang menghantuiku,
sepertinya kematianku sudah terlihat jelas dihadapanku.
itu semua terjadi 3tahun yang lalu, pada 10 Juli 2017 Pukul 03:35,
dan kinipun masih menghantuiku hingga sekarang.
aku yang telah merasakannya semua raga terasa kaku dan melayang,
aku yang telah merasakannya mulut terkunci tak bisa berucap kalimat-kalimat suci,
terasa sudah berbeda alam, ketika sleep paralysis terus datang menghantuiku,
sepertinya kematianku sudah terlihat jelas dihadapanku.
itu semua terjadi 3tahun yang lalu, pada 10 Juli 2017 Pukul 03:35,
dan kinipun masih menghantuiku hingga sekarang.
Itu adalah sebuah
dimensi yang berbeda, aku menyikapi itu adalah cara Tuhan-Ku untuk
memperlihatkan kepadaku, bahwa “Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian”,
dan aku harus menyampaikannya untuk diriku dan untuk mengingatkanmu.
Aku tak akan pernah
henti untuk menyiarkan tulisanku
meski kau anggap aneh, kau anggap menyeramkan,
meski kau anggap aneh, kau anggap menyeramkan,
Aku yang sudah
menyampaikannya itu adalah tugasku,
tugasku telah selesai untuk menyampaikannya kepadamu,
tak bisa aku memaksamu untuk menuju pada kehidupan yang sebenar-benarnya.
tugasku telah selesai untuk menyampaikannya kepadamu,
tak bisa aku memaksamu untuk menuju pada kehidupan yang sebenar-benarnya.
“Hanya kepada
Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan”
Yusup Firdaus
Banten, 18 September 2019|02:54
Banten, 18 September 2019|02:54
No comments:
Post a Comment