“Ibu”
Maafkan
aku wahai ibu…
Tak
sekalipun aku melihat bagaimana engkau memperjuangkan ku
dari dalam rahim mu hingga lahir ke dunia
dari dalam rahim mu hingga lahir ke dunia
Engkau
bangun dari tidur malam mu ketika aku menangis
engkau rela membersihkan ku dari air pipis
dan engkau rela mengais-mengais
engkau rela membersihkan ku dari air pipis
dan engkau rela mengais-mengais
Tak
sekali pun aku melihat bagaimana engkau memperjuangkan ku
dari aku yang hanya terbaring ditempat tidur mu
berjalan tengkurap, duduk, sampai ketika berbicara yang hanya bisa berucap kata mama
mulai berjalan dengan satu langkah, dua langkah, tiga langkah, hingga berjalan dengan langkah yang tegak, engkau tetap berada di dekat ku
dari aku yang hanya terbaring ditempat tidur mu
berjalan tengkurap, duduk, sampai ketika berbicara yang hanya bisa berucap kata mama
mulai berjalan dengan satu langkah, dua langkah, tiga langkah, hingga berjalan dengan langkah yang tegak, engkau tetap berada di dekat ku
Aku
mulai menyadari ketika aku dewasa, kata ibu..
sungguh ibu merasa bahagia melihat perkembangan mu, yang hanya tertidur, berjalan tengkurap dengan perlahan, duduk yang masih belum seimbang, berbicara dengan satu kata mama
berjalan satu langkah terjatuh, dua langkah terjatuh, tiga langkah terjatuh sampai langkah berjalan tegak, kamu selalu menghampiri ibu..
sungguh ibu merasa bahagia melihat perkembangan mu, yang hanya tertidur, berjalan tengkurap dengan perlahan, duduk yang masih belum seimbang, berbicara dengan satu kata mama
berjalan satu langkah terjatuh, dua langkah terjatuh, tiga langkah terjatuh sampai langkah berjalan tegak, kamu selalu menghampiri ibu..
Maafkan
aku wahai ibu…
Andai
saja massa itu aku sudah mengerti tentang perjuangan ibu, terpancar raut wajah
bahagia dihadapan ku, mungkin akan menjadi memori terindah yang pernah ibu
berikan terhadap ku..
Maafkan
aku wahai ibu…
Ibu… Sekarang
aku sudah dewasa, seharusnya aku sudah bisa menjaga mu, agar engkau tetap dalam
keadaan baik, seharusnya aku sudah membuat mu bahagia, agar engkau tetap
tersenyum,
Maafkan
aku wahai ibu..
Aku
belum bisa membuat engkau bangga terhadap ku, tetap tersenyum, tetap dalam
keadaan baik
tak seharusnya engkau mengurusi ku lagi, namun tetap saja engkau membuat ku bangga terhadap mu
tak seharusnya engkau mengurusi ku lagi, namun tetap saja engkau membuat ku bangga terhadap mu
Maafkan
aku wahai ibu…
Maafkan
aku wahai ibu…
Maafkan
aku wahai ibu…
ALLAAHUMMAGHFIRLII DZUNUUBII WALI WAALIDAYYA
WARHAM HUMAA KAMAA RABBAYAANII SHAGHIIRAA
Yusup Firdaus
Banten, 20 August 2019|14:57
No comments:
Post a Comment