Monday, August 26, 2019

Perjalanan Seorang Manusia


Perjalanan Seorang Manusia

Keterkaitan dengan tulisan “Antara Aku & Tuhan-Ku” “Ibu” dan “Rumah Terakhir”

dimulai dari tulisan “Antara Aku & Tuhan-Ku”
Titik nol kehidupan ku adalah alam ruh bukan lah dunia.
perjanjian Antara Aku dan tuhan-Ku telah di mulai

Hidup ku sudah dalam ketetapan-Nya.
terikat dengan maut, jodoh, rejeki, perintah & larangan-Nya.
mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.

Setelah aku berpijak di alam ruh,
akupun menempati tempat yang kedua, yaitu alam rahim.
tempat yang gelap dan sempit, tali ari-ari membelit.

Engkau tiupkan aku ke alam rahim.
dari segumpal darah, saraf organ tubuh,
hingga terbentuknya tubuh.

Di massa kandungan lemah, massa kandungan berat, aku hanyalah seorang manusia
tanpa nama.

4 bulan aku lalui, 7 bulan aku lalui, 9 bulan aku di alam rahim, dan terlahir dengan bentuk yang sempurna.

Wahai Tuhan-Ku… Inikah alam dunia ??
Sungguh luas alam ciptaan-Mu, Dengan ukuran luas yang tak terhingga…

Terima kasih wahai Tuhan-Ku…
Atas ijin Engkau untuk aku berpijak ke alam dunia..

Alam ruh telah aku lalui, alam rahim pun sudah aku lalui.
Alam dunia, telah aku mulai…

Di awali seruan adzan di sebelah kanan ku, iqomat di sebelah kiri ku,
dengan nama, “Muhamad Yusup Firdaus” yang telah diberikan orang tua ku kepada ku.

Akupun bertanya kepada Tuhan-Ku…
Wahai Tuhan-Ku…. Dua seruan apakah ini yang di perdengarkan kepada ku ??

Tuhan-Ku berkata…
kamu akan mengetahuinya wahai hamba-Ku,
Ketika kamu telah mencapai usia akil baligh mu wahai hamba-Ku..

Terima kasih wahai Tuhan-Ku…
Atas ijin Engkau untuk aku berpijak ke alam dunia..

Tanpa-Mu aku tak pernah ada,
Tanpa-Mu aku tak akan pernah hidup,
Tanpa-Mu, aku tak pernah bisa menikmati alam dunia.

Ku nikmati isi alam dunia…
pada usia ku yang belum mencapai akil baligh,
rasa syukur terhadap Tuhan-Ku terus aku panjatkan.

Sampai ketika usia ku telah mencapai akil baligh,
rasa syukur aku… tak lagi aku panjatkan terhadap Tuhan-Ku,
terdengar kembali seruan yang telah di perdengarkan kepada ku…

Wahai Tuhan-Ku…
ini adalah seruan yang di perdengarkan ketika hari pertama aku berpijak ke alam ke dunia..

Tuhan-Ku berkata…
benar wahai hamba-Ku, itu adalah seruan Aku untuk kamu menjalankan perintah-Ku..
sebagaimana kamu telah berjanji kepada-Ku.

Tak lagi aku panjatkan rasa syukur tehadap Tuhan-Ku,
Lupa dengan Nikmat-Mu, berdusta kepada-Mu,
melanggar perintah-Mu, sibuk akan kemaksiatan.

Sebagaimana engkau telah berfirman "Maka nikmat Aku yang mana lagi yang kamu dustakan"...
"Dan janganlah kamu mendekati zina"...

Rabbighfirlii… Yaa Ghaffar… Yaa Ghaffar…

wahai Tuhan-Ku…
Sekarang aku telah menyadarinya..
dunia bukanlah tempat untuk ku,
dunia bukanlah segalanya untuk ku,
dunia bukanlah rumah ku.
dunia hanyalah tempat untuk aku menjalankan perintah-Mu,
bersyukur kepada-Mu, mengingat nama-Mu, membaca atas firman firman-Mu.

Rumah terakhir ku adalah alam kubur, bukanlah dunia…
kehidupan ku tak terhenti di alam kubur,
hanya Tuhan-Ku sajalah yang maha mengetahui.

Yaa Allah… hanya engkau Tuhan yang sebenar-benarnya Tuhan..

Maafkanlah segala kekurangan ku, terimalah taubat ku..
Kembalikan lah aku dihari yang paling indah dalam hidup ku.

Tuhan-Ku berkata…
wahai hamba-Ku… ingatlah selalu perjanjian antara Aku dan kamu, ingatlah selalu…


Yusup Firdaus
Banten, 25 Agustus 2019|05:40

No comments:

Post a Comment

Introvert

Setiap Yang Bernyawa Akan Merasakan Kematian

“Setiap Yang Bernyawa Akan Merasakan Kematian” Aku tak akan pernah henti untuk menyiarkan tulisanku meski kau anggap aneh, kau anggap...