Sunday, August 25, 2019

Rumah Terakhir


"Rumah Terakhir"

Keterkaitan dengan tulisan "Antara Aku & Tuhan-Ku"

Setelah Tuhan-Ku meniupkan aku ke alam rahim,
tempat yang gelap dan sempit, tali ari ari membelit.

Akupun bertanya… Yaa Tuhan tempat apakah ini ??

Tuhan-Ku berkata… ini adalah tempat kedua untuk mu, setelah kamu pergi meninggalkan tempat yang pertama, yaitu, alam ruh
maka kamu akan menempati tempat yang ketiga, yaitu alam dunia.

Akupun bertanya kembali pada Tuhan-Ku…
Setelah alam dunia, tempat yang mana lagi aku akan berpijak ??

Tuhan-Ku berkata… kelak nanti, kamu akan mengetahuinya wahai hamba-Ku, kelak nanti kamu akan merasakannya wahai hamba-Ku, ingatlah selalu perjanjian Antara Aku dan kamu wahai hamba-Ku

Dari alam ruh yang tak tau seperti apa tempatnya
alam rahim yang gelap dan sempit, tali ari ari membelit
akupun berpijak ke alam dunia dengan ukuran luas yang tak terhingga

Wahai Tuhan-Ku… inikah alam dunia ??

sungguh luas alam ciptaan-Mu, terang cahaya penuh akan ke indahan

Terima kasih wahai Tuhan-Ku...
atas ijin Engkau untuk aku berpijak ke alam dunia

Rasa syukur terhadap Tuhan-Ku terus aku panjatkan
menikmati isi alam dunia,
terang akan cahaya,
penuh keindahan yang tak akan aku lupa

Terima kasih wahai Tuhan-Ku…
atas ijin Engkau untuk aku berpijak ke alam dunia.

Teringat akan pertanyaan tehadap Tuhan-Ku
“setelah alam dunia tempat yang mana lagi aku akan berpijak”

Aku mencari jawaban itu
massa 5 tahun, massa 10 tahun aku masih belum tau akan tempat itu,
di usiaku yang sekarang aku temukan jawaban itu,
setelah alam dunia, yaitu alam kubur

Tempat orang-orang yang sudah tak bernyawa
sempit, gelap, terikat seutas tali putih di kepala,
tertutup papan, tertimbun tanah tanpa ada cahaya

Rumah yang mewah semuanya akan termakan tanah
Tampan yang rupawan pun akan tertimbun dengan tanah

Wahai Tuhan-Ku… Sekarang aku tau tempat itu, kelak nanti, hari ini, esok ataupun lusa, aku akan merasakannya,
sebagaimana orang – orang terdahulu yang telah mendahului ku

setiap nafas ku, tak akan pernah luput dari-Mu
teman sejati ku hanyalah kematian ku

Kehidupan dunia telah terhenti,  kehidupan alam kubur telah aku mulai

Rumah terakhir ku memang alam kubur,
Kehidupan ku tak hanya terhenti di alam kubur,
Masih ada fase alam lain yang harus aku lalui.
Hanya Tuhan-Ku saja lah yang maha mengetahui

Aku lupa akan perjanjian "Antara Aku & Tuhan-Ku"

"Menjalankan larangan-Mu, Melanggar perintah-Mu"

Kematian ku adalah takdir Tuhan-Ku,
Aku tak dapat bernegosiasi lagi dengan Tuhan-Ku

Di dunia....
“Aku selalu sibuk dengan kemaksiatan, tapi tidak sibuk dengan ketaatan”

Rabbanaa Aatinaa Fiddun Yaa Hasanah, wa fil Aakhirati Hasanah, Waqinaa 'Adza Bannar.

Yusup Firdaus
Banten, 25 August 2019|02:35

No comments:

Post a Comment

Introvert

Setiap Yang Bernyawa Akan Merasakan Kematian

“Setiap Yang Bernyawa Akan Merasakan Kematian” Aku tak akan pernah henti untuk menyiarkan tulisanku meski kau anggap aneh, kau anggap...